Bukan Sekadar KKNI, Mahasiswa STAI Panca Budi Tinggalkan Kenangan Mendalam di Bandar Tinggi


Simalungun — Suasana haru menyelimuti malam perpisahan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Panca Budi Perdagangan yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Integratif (KKNI) di Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Senin (31/8/2026).

Kegiatan perpisahan tersebut menjadi momentum yang penuh kesan bagi mahasiswa maupun masyarakat. Selama menjalankan program KKNI, para mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan akademik, tetapi juga turut berinteraksi, bersosialisasi, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat Nagori Bandar Tinggi.

Kehadiran para mahasiswa selama menjalankan KKNI mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kebersamaan yang terjalin membuat momen perpisahan terasa begitu emosional. Tangis haru dan ungkapan terima kasih mewarnai acara yang menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di nagori tersebut.

Tokoh masyarakat Nagori Bandar Tinggi, Miun Sungkawa, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa STAI Panca Budi Perdagangan yang telah melaksanakan KKNI dengan baik dan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Selama berada di Bandar Tinggi, anak-anak mahasiswa sudah banyak berbaur dengan masyarakat. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dan meninggalkan kesan yang sangat baik bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih atas waktu, tenaga, dan perhatian yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujar Miun.

Ia berharap pengalaman selama melaksanakan KKNI di Nagori Bandar Tinggi dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap setelah kembali ke kampus, para mahasiswa tetap mengingat masyarakat Bandar Tinggi. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di sini dapat bermanfaat untuk masa depan dan menjadi motivasi untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa STAI Panca Budi Perdagangan, Dela Wandari, mengaku perpisahan tersebut menjadi salah satu momen yang tidak mudah untuk dilupakan. Menurutnya, selama berada di Nagori Bandar Tinggi, dirinya bersama rekan-rekan mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman berharga dan pelajaran tentang kehidupan bermasyarakat.

“Awalnya kami datang sebagai mahasiswa yang ingin menjalankan tugas KKNI. Namun, selama berada di sini, kami merasa seperti menjadi bagian dari keluarga masyarakat Bandar Tinggi. Banyak pengalaman, cerita, dan kebaikan yang kami terima dari masyarakat,” ungkap Dela.

Dela juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Nagori Bandar Tinggi yang telah menerima dan mendukung mereka selama melaksanakan KKNI.

“Kami berharap hubungan baik yang sudah terjalin tidak berhenti setelah kegiatan KKNI selesai. Semoga silaturahmi tetap terjaga dan apa yang kami lakukan selama berada di sini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Malam perpisahan itu pun menjadi penutup perjalanan mahasiswa STAI Panca Budi Perdagangan di Nagori Bandar Tinggi. Meski kegiatan KKNI telah berakhir, kenangan dan hubungan kekeluargaan yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap terjaga.

Bagi mahasiswa, Bandar Tinggi bukan sekadar lokasi pelaksanaan KKNI, melainkan tempat mereka belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Sementara bagi masyarakat, kehadiran para mahasiswa meninggalkan kesan positif yang diharapkan dapat menjadi bagian dari cerita baik tentang pengabdian generasi muda di tengah masyarakat. 

Penulis : DW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Baru Diresmikan, Pabrik Sabun PT EPYAP di Simalungun Dilanda Kebakaran”

Rutinitas Ibadah Jumat di SD Negeri 091542 Huta Bayu Raja, Bentuk Generasi Beriman, Berakhlak, dan Berkarakter